Kamis, 03 Maret 2011

berita teraktual

Rubrik  Kriminal
 

10 Kali Jadi Mata-Mata Maling, Pemulung Ditangkap

10 Kali Jadi Mata-Mata Maling, Pemulung DitangkapKamis, 3 Maret 2011 - 20:46 WIB

BEKASI (Pos Kota)- Bak dalam film James Bon saja pekerjaan yang dilakukan tersangka Iwan,18, ini. Ia mau saja menjadi mata-mata Indra, temannya yang pencuri spesialis tape mobil. Sudah 10 kali ia beraksi. Namun untuk yang kesebelas kalinya, sang mata-mata ini aksinya berakhir.
Ia dihajar satpam yang memergokinya beraksi menuri tape mobil milik sedan Didit Prihadi,,26, di Komplek Mediterania Regency Cikunir, Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, Kamis (3/3) dinihari. Barang bukti berupa sebuah tape mobil disita.
Menurut tersangka Iwan, ia diajak Indra mencuri tape mobil. “Saya hany diminta mengawasi situasi di lokasi. Saya berangkat bersama Indara dari Stasiun Jatinegara naik bis ke Jatibening,” papar lelaki bujangan ini.
Saat tape mobil berhasil diambil Indra dari dalam mobil, diketahui satpam perumahan. Kedua lelaki ini pun kabur. Indra yang menenteng hasil jarahan berupa tape mobil mengopernya ke Iwan. Iwan pun yang keberatan membawa tape mobil akhirnya ditangkap dan dihakimi. sementara Indra lolos. “Saya cuma diajak jadi mata-mata saja mengawasi lokasi. sudah 10 kali saya ikut. Saya dipaksa Indra. Hasil kejahatan dijual di Jatinegara, saya kebagian Rp 150 ribu,” tukas tersangka Iwan, seraya mengaku pekerjaan sehari-hari jadi pemulung botol plastik.
Kapolsek Pondok Gede Kompol Harun Hurdana mengatakan tersangka dijerat pasal 363 KUHP soal pencurian. “Temannya masih kami cari. Dia mengaku sudah 10 kali ikut mencuri bagian mengawasi situasi,’ papar Kompol Harun.


Pengojek Bawa Sahbu-shabu Dibekuk Polisi

Rabu, 2 Maret 2011 - 15:14 WIB

Pengojek Bawa Sahbu-shabu Dibekuk PolisiSAWAH BESAR ( Pos Kota ) – Seorang pengojek ditangkap oleh petugas polisi saat akan bertransaksi di perlintasan kereta api Mangga Dua Jalan Gunung Sahari, Rabu (2/3) siang.
Setiawan alias Iwan, 35,warga Jalan Tangki, Taman Sari diamankan oleh petugas dari Polsek Sawah Besar. Dari tangan pelaku ditemukan 5 gram sabu-sabu,saat dimintai keterangan pelaku mengaku mendapatkan barang haram itu dari Ny. Y, 38, seorang janda.
Petugas langsung mendatangi rumah Ny. Y di Jalan Kartini Rt 4/7,Sawah Besar. Dari hasil penggrebekan tersebut, petugas menemukan lagi shabu-shabu seberat 10 gram.
Menurut Kapolsek Sawah Besar Kompol Lutfi Sulistiawan mengatakan, Ny.  Y mendapatkan barang tersebut dari bandar besar bernama Ratu yang sering menjualnya  ke diskotik-diskotik. Namun saat Ratu akan digeledah,  tersangka keburu melarikan diri.



Istri Pamen TNI AD Bersama Orangtua & Adik Disekap Rampok


Selasa, 1 Maret 2011 - 19:39 WIB
 
Istri Pamen TNI AD Bersama Orangtua & Adik Disekap RampokBOGOR (Pos Kota) – Istri seorang perwira menengah (Pamen) TNI AD disekap bersama kedua orangtua dan adiknya oleh empat perampok yang menyantroni rumahnya di komplek Dosen IPB 2 Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/3).
Dari rumah Letkol Adrian Ponto, Paban VI administrasi Intel Mabes TNI ini, pelaku yang mempersenjatai diri dengan senjata api dan clurit serta golok ini, berhasil membawa kabur puluhan perhiasan emas, 5 HP, jam tangan mewah dan uang tunai Rp 4 juta.
Saat kejadian Letkol Adrian sudah berangkat kerja. Anak lelaki mereka juga sudah berangkat sekolah. Sementara yang tersisa di rumah adalah Susi Ratnawati, sang istri yang juga dokter RS Salak bersama kedua orangtua dan adiknya.
Mereka disekap pelaku dalam kamar mandi dengan terlebih dahulu diikat tangan menggunakan tali sepatu yang di bawa pelaku.
Empat pelaku yang datang dengan mengendarai mobil Kijang Inova warna Silver langsung menyerbu masuk kedalam saat pintu rumah dibuka. Menurutnya, lokasi di Jalan Intan selalu ramai pada paginya karena semua warga bersiap beraktifitas.
Usai mendapat hasil jarahan, para pelaku lalu kabur. Satpam jaga Rahmad yang mendengar teriakan di pagi sekitar pukul 06.00 ini, lalu berusaha menutup portal. Namun pelaku sigap dan berusaha menabraknya hingga terpental. Bahkan portal yang ditabrak
mengalami kerusakan.
”Saya mau ditabrak saat hendak menutup portal. Baru setengah tutup, mobil pelaku yang melaju kencang tiba dan hendak menabrak saya. Saya terjatuh karena berusaha menghindar. Portal yang ditabrak bengkok.,” kata rahmad saat ditemui dirumahnya di Gang Thoyib RT 02/09 Kelurahan Cilebut Bogor Timur Kota Bogor.
Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Indra Gunawan membenarkan kejadian ini. Menurut AKP Indra, pihaknya sedang melakukan pengejaran atas pelaku.




Rubrik Ekonomi


Bank Mandiri Makin “Kinclong”



Kamis, 03 Maret 2011

JAKARTA – Kinerja saham PT Bank Mandiri Tbk akan semakin bersinar sepekan ke depan. Angka inflasi 0,13 persen yang lebih rendah dari perkiraan menjadi peluang penguatan saham bank milik pemerintah ini. “Laju infl asi yang rendah memberikan potensi penguatan saham BMRI antara 38,9 – 50 persen,” kata analis HD Capital Yuganur Wijanarko dalam analisis hariannya, Rabu (2/3). Selain faktor inflasi, aksi penawaran saham terbatas atau rights issue sebanyak 2,33 miliar saham untuk mengantongi dana segar sekitar 11,68 triliun rupiah juga ikut memoles saham bank ini.

Bahkan, aksi korporasi tersebut tidak menghalangi perseroan melakukan ekspansi kredit sebab tingkat kecukupan modalnya (CAR) mengalami peningkatan menjadi 17,4 persen. Faktor lain yang juga akan mengerek harga BMRI adalah besarnya kepemilikan asing. Seperti pernah dikemukakan Dirut Mandiri Zulkifl i Zaini, beberapa waktu lalu, bahwa dua per tiga saham yang beredar di pasar dikuasai asing. Ini artinya investor mancanegara, sangat antusias dalam menyambut rights issue BMRI.

Untuk itu, investor disarankan untuk membeli saham BMRI dengan target harga di 6.900 dari penutupan kemarin di 5.950. Strategi masuk pertama di 6.250 dan kedua di 6.100 dengan cut loss di 5.950. Pada perdagangan kemarin, saham BMRI ditutup naik 50 poin atau setara 0,85 persen ke level 5.950 rupiah. Total frekuensi perdagangan 2.132 kali atas 39,97 juta lembar saham senilai 235,24 miliar rupiah. 




Melecut Kinerja Bank BUMN



Kamis, 24 Februari 2011
Perbankan Nasional , Bank Pemerintah Tidak Seagresif Swasta
Kinerja bank-bank badan usaha milik negara (BUMN) masih jauh di bawah kinerja bank swasta, khususnya dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat. Terlihat jelas bahwa bank swasta lebih gencar menyalurkan kredit ketimbang bank-bank BUMN. Ini seharusnya tidak boleh terjadi karena bank itu didirikan untuk kepentingan rakyat dengan menyalurkan kreditnya melampaui bank swasta, apalagi bank asing. Tidak optimalnya penyaluran kredit perbankan pelat merah sepanjang tahun 2010 ini, menurut pengamat perbankan, dipengaruhi besarnya pembiayaan pada sektor proyek infrastruktur yang belum cair.

“Saya rasa itu bukan soal problem bank BUMN, tapi itu juga terjadi di bank swasta. Sebabnya, pemerintah lamban menyalurkan pendanaan infrastruktur,” ujar Guru Besar FE Universitas Brawijaya Ahmad Erani Yustika kepada Koran Jakarta, Rabu (23/2). Erani menilai lambannya pembangunan infrastruktur plus bertele-telenya pembebasan tanah menjadi penghambat bagi pembangunan. Selain itu, tax insentif yang diberikan pemerintah penuh dengan ketidakpastian sehingga kreditor tidak bisa mengeksekusi kreditnya.

“Ada 400 triliun kredit yang disetujui. Namun problemnya bukan di perbankan, mungkin ada masalah di dalam penyerapan sektor riilnya,” ungkapnya. Seperti diketahui, target pengucuran kredit perbankan nasional untuk tahun 2010 sebesar 125 triliun rupiah, namun yang dapat terealisasi tercatat hanya 78,9 triliun rupiah sehingga masih ada kredit yang belum disalurkan sebesar 46,1 triliun rupiah. Kendati demikian, imbuh Erani, perbankan nasional, terutama BUMN, dapat mencoba menyederhanakan prosedur kredit dan lebih aktif menjemput bola.

Namun, hal ini juga harus dibarengi dengan dukungan dari pemerintah guna memudahkan perizinan dalam aspek iklim investasi. “Kalau dari dua pihak ada upaya memperbaiki keadaan itu, saya rasa masalah realisasi kredit yang tidak dipenuhi,” terangnya. Kendati target sasaran kredit yang dipatok berdasarkan rencana bisnis bank tahun 2010 di kisaran 22-24 persen meleset, target tahun ini sebesar 25 persen masih realistis untuk dicapai.

Ahmad Erani mengatakan hal ini ditengarai dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang akan melesat dibandingkan tahun yang lalu. “Pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, dan yang menjadi penopang pertumbuhan salah satunya dari perbankan karena 80 persen sumber pembiayaan di Indonesia dipegang oleh perbankan,” jelasnya. Senada dengan Erani, Vice President Research and Analyst PT Valbuy Asia Futures Nico Omer Jonckheere mengatakan adanya penundaan penyerapan kredit dari kreditor menjadi penyebab kurang optimalnya penyerapan kredit perbankan di sepanjang 2010.

Anggaran yang diperuntukkan bagi infrastruktur tidak terealisasi sepenuhnya sehingga tumpukan dana menjadi stand by loan. “Jadi, itu terkait sehingga perlu ada komitmen dari pemerintah sehingga undisburshment loan tidak menumpuk dan mengganggu kinerja perbankan nasional,” urainya. Bank Konservatif Pengamat ekonomi Moch Doddy Ariefi anto mengatakan perbankan pelat merah merupakan bank yang konservatif, yang dalam penyaluran kreditnya harus bersentuhan dengan berbagai kepentingan pemerintah.

”Sehingga dalam menyalurkan kredit tidak bisa seagresif perbankan swasta. Kalau swasta, kerugian bisnis tidak diseret-seret ke pidana, tapi kalau bank BUMN ancamannya jelas,” kata Doddy. Selain itu, lanjutnya Doddy, ada 30 persen dari total kredit yang merupakan undisburshment, yang menunjukkan belum adanya gairah dari sektor riil untuk menyerap kredit dari perbankan. Hal ini tidak mengherankan karena dari kapasitas ekonomi, banyak program pemerintah, terutama infrastruktur, yang digadang untuk mendukung iklim investasi, sering mandek.

Namun, hal tersebut tidak berlaku pada perbankan nasional yang menyasar masyarakat menengah ke bawah, seperti Bank Rakyat Indonesia. “Bank BUMN milih terkena penalti GWM daripada memberikan kredit tanpa pertimbangan menuruti desakan pemerintah,” ungkap Doddy. Menurut Doddy, performa bank pelat merah untuk tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan apa yang dicapai pada tahun ini. Pasalnya, hal ini bergantung pada kerja sama pemerintah sehingga pengucuran kreditnya lebih baik. “Karena punya masalah fundamental nantinya dan menghapusbukukan kredit bank negara lebih membingungkan,” pungkasnya.


Menelisik Kenaikan Harga Baja



Sabtu, 22 Januari 2011
Sektor Manufaktur , Kapasitas Produksi Krakatau Steel Ditingkatkan
Produksi baja nasional meningkat menyusul bertambahnya kebutuhan otomotif. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), pada 2011, jumlah kendaraan roda empat (mobil) akan meningkat 10 – 15 persen dari tahun ini yang diprediksi hanya mampu mencapai 750 ribu – 760 ribu unit. “Tahun ini, asosiasi memprediksi akan terjadi peningkatan produksi 71,4 persen atau sekitar 120 ribu ton dari tahun lalu yang hanya mampu memproduksi 70 ribu ton.

Industri baja nasional yang bisa memproduksi baja untuk otomotif hanya KS (Krakatau Steel),” kata Irvan K Hakim, Wakil Ketua Asosiasi Industri Baja Indonesia, Jumat (21/1). Menurut Irvan, kebutuhan hot rolled coils (HRC/baja canai panas atau baja pelat hitam) di sektor otomotif telah mengalami peningkatan 20 persen dari 236 ribu ton di tahun 2009 menjadi 275 ribu ton pada 2010. Untuk cold rolled coils (CRC/baja canai dingin atau baja pelat putih) juga mengalami peningkatan 10 persen sebesar 239 ribu ton pada 2009 menjadi 267 ribu ton pada 2010.

“Kita hanya memproduksi 70 ribu ton untuk kedua jenis. Sisanya masih diekspor. Tahun depan akan lebih meningkat. Mudah-mudah ke depan kita sudah dapat memproduksi seluruhnya,” ujar Irvan. Seiring meningkatnya permintaan, Irvan memprediksi harga baja pada 2011 ini akan mengalami peningkatan 15 – 23 persen dibandingkan harga baja tahun 2010. “Semester I 2011 ini, kami memprediksi harga baja akan mencapai 1.000 dollar AS per ton dari harga baja pada akhir 2010 sebesar 600 sampai 700 dollar AS per ton,” tutur Irvan.

Kenaikan harga baja ini, lanjut Irvan, dikarenakan peningkatan harga bahan baku seperti bijih besi, scrap, slab, dan billet. Berdasarkan data IISIA, hingga saat ini, harga bahan baku mengalami peningkatan sekitar 7-13 persen dibanding harga di akhir Desember. Crap mengalami kenaikan 16 persen dari 450 dollar AS per ton pada akhir tahun menjadi 520 persen per ton, bijih besi mengalami kenaikan 7 persen dari 174 dollar AS per ton menjadi 186 dollar AS per ton, slab mengalami peningkatan 17 persen dari 580 dollar AS per ton menjadi 680 dollar AS per ton, dan billet mengalami peningkatan 13 persen dari 592 dollar AS per ton menjadi 670 dollar AS per ton.

Diungkapkan Irvan, kenaikan harga baja juga disebabkan beberapa negara melarang ekspor bahan baku, seperti India yang melarang ekspor bijih besi. Selain itu, cuaca buruk mengakibatkan persedian scrap di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, mengalami penurunan. “Ditambah lagi tren peningkatan harga minyak dunia,” kata Irvan. Selain itu, peningkatan harga baja disebabkan China mengurangi produksi setelah kebijakan lingkungan hidup yang dikeluarkan pemerintah.

Padahal dari total konsumsi baja dunia sebesar 1,2 miliar ton, lebih dari 50 persen diproduksi oleh China. “Padahal permintaan China juga mengalami peningkatan karena akan ada Imlek,” tandas Irvan. Produksi KS Dihubungi terpisah, Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Fazwar Bujang mengatakan KS mulai meningkatkan kapasitas produksi baja setelah menggelar penawaran umum saham perdana (IPO). Peningkatan produksi itu salah satunya didorong beroperasinya pabrik baja lembaran panas (hot strip mill) pertengahan bulan lalu.

“Dengan revitalisasi pabrik, diperkirakan akan terjadi peningkatan kapasitas dari sebelumnya 2 juta ton menjadi 2,4 juta ton baja lembaran panas. Selain kapasitas produksi naik, produk kita jadi lebih bagus dan kualitasnya bernilai tinggi,” kata Fazwar. Menurut Fazwar, pihaknya akan meningkatkan kapasitas produksi pabrik baja lembaran dingin (cold rolling mill) dari sebelumnya 2,75 juta ton bertambah 400.000 ton menjadi 3,15 juta ton. Selain merevitalisasi pabrik tersebut, KS berniat memodernisasi salah satu pabrik strip mill perseroan.

Modernisasi pabrik strip mill tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi steel slab menjadi 2,5 juta ton dari sebelumnya hanya 1,8 juta ton per tahun. “Modernisasi pabrik ini diperkirakan akan rampung pada 2011 atau 2012. Peningkatan produksi juga dilakukan melalui operasionalisasi pabrik patungan antara KS dan Pohang Iron and Steel Corporation (Posco). Pabrik tersebut akan dibangun dalam dua tahap dengan total kapasitas produksi 6 juta ton. Pada tahap pertama akan dibangun pabrik dengan kapasitas 3 juta ton per tahun,” tandas Fazwar.

Rubrik Budaya


Karya Lukis Seniman Bali Tiga Generasi



Jumat, 18 Februari 2011

Para seniman Bali kompak memajang hasil karya mereka di Galeri Nasional, Jakarta Pusat. Pameran yang berlangsung 10 hingga 18 Februari ini menampilkan karya lukisan dan seni instalasi dari 31 seniman asal Pulau Dewata. Pameran bersama dengan tema “Bali Making Choices” diadakan Galeri Mon D├ęcor dan dikuratori Wayan Kun Adnyana. Menurut Wayan, melalui pameran ini para seniman Bali ingin menegaskan bahwa mereka memiliki pilihan. Saat ini, para perupa sebagai subjek sering dilupakan karena demam kurasi hadir dengan kecenderungan memosisikan perupa sebagai ilustrator ide-ide kurator.

“Pameran ini akan memberikan gambaran terkini bagaimana seni bicara tentang kehidupan dengan pilihan bahasa khusus yang dimaksudkan, untuk mengingatkan kembali persepsi dan keyakinan perupa sebagai subjek cipta-mencipta,” terang Wayan. Menurut dia, bila diibaratkan dunia sosio-politik, pameran ini seperti gugatan rakyat atas kecenderungan penghilangan hak rakyat dalam membuat pilihan politik. Hak politik rakyat disandera dengan pilihan kuasi-demokrasi bentukan elite, yang dengan label regulasi sering mengamputasi hak rakyat.

Wayan menyatakan 31 perupa yang tampil di pameran ini bisa dikatakan mewakili tiga generasi. Pertama, generasi perupa kelahiran 1940-1960, lalu generasi kedua para perupa yang lahir di rentang waktu 1961-1970, dan generasi terakhir perupa kelahiran 1971-1980. Lukisan yang mereka tampilkan juga hadir dengan gaya berbeda. Generasi ketiga adalah para perupa yang belajar di sekolah formal seni rupa dan belajar seni kontemporer yang berciri menampilkan efek tiga dimensi. Teknik yang ditampilkan berbeda, seperti pada lukisan karya Ida Bagus Komeng Shindu Putra berjudul Coloring Face.

Wajah wanita cantik di lukisan ini seolah dilukis di atas kertas yang habis diremas. Demikian juga pada lukisan Pergeseran Sejarah. Sosok Presiden pertama Soekarno dan kedua Soeharto berdiri berdampingan dan dibuat bayangannya berupa sketsa berwarna putih. Sementara itu, untuk tema, kebanyakan menampilkan gambaran kehidupan zaman sekarang, seperti tampilan dari patung leak yang diberi nama Mitos Baru Refl eksi Budaya. 




 

Kritik Sosial lewat Manusia Jerami



Senin, 31 Januari 2011

Cihampelas City Walk (Ciwalk), Bandung, Jawa Barat, tidak hanya asyik untuk dijadikan tempat hang out dan berbelanja, tetapi juga untuk menikmati karya-karya lukis yang kerap digelar di sana. Di Ciwalk, terdapat galeri seni lukis seluas 600 meter persegi yang dikenal dengan Zola Zolu Galery. Pada 21 hingga 26 Januari 2011, galeri Zola menggelar pameran lukisan bertajuk “Desire & Time” dengan menampilkan 36 karya seni lukis kontemporer garapan pelukis asal Demak, Nur Dhani.

Melalui karya-karya lukisnya yang dipajang pada pameran kali itu, Dhani ingin mengungkap kritik sosial tentang hasrat manusia dalam memanfaatkan waktu. Idiom lukisan yang dipilihnya rata- rata berupa manusia jerami. Hal itu tidak terlepas dari latar belakang hidupnya di Demak, Jawa Tengah, dan perjalanan rohaninya dalam mencari kebenaran. “Saya memilih idiom manusia jerami karena dulu, ketika saya melukis dengan menggunakan objek manusia, sempat ditegur banyak orang.

Di daerah saya, sebagian orang menganggap melukis manusia itu haram. Akhirnya saya melukis manusia jerami, ternyata mereka tidak keberatan,” ujar Dhani. Mencermati lukisan-lukisan di pameran “Desire & Time” itu, aksentuasi jerami sangat mendominasi dengan komposisi lukisan kebanyakan memakai warna dasar hijau. Dhani menuturkan warna hijau yang mendominasi itu bisa dikaitkan dengan perjalanan hidup dirinya.

Selain itu, masyarakat kerap merindukan suasana alam yang hijau. Pelukis kelahiran 10 Juni 1975 itu memilih menggunakan media akrilik pada kanvas sehingga hasil sapuan dan coretan tangannya tampak lebih tajam dan mengilap, namun berhasil menampilkan komposisi gambar yang indah dan tidak bosan dipandang mata. Pada lukisan bertajuk Second of Mother, misalnya, terasa sekali ketajaman warna merah muda dengan objek susu instan yang dilatarbelakangi warna dasar hijau.

Ketajaman warna itu bisa jadi merupakan simbol untuk mengkritik secara tajam bahwa pada zaman ini orang tua lebih senang memilih susu instan ketimbang air susu ibu untuk anak-anaknya. Dalam lukisan itu, tampak objek susu instan seperti “berhala” karena dikelilingi manusia-manusia. Kritik sosial lainnya juga tampak pada lukisan bertajuk Gado-gado Metropolitan. Pada lukisan itu, Dhani menyuguhkan sentilan sosial melalui objek setumpuk kartu kredit, kunci, mobil, dan jerami yang dihidangkan di piring.

Sepertinya, melalui lukisan itu, Dhani ingin mengingatkan bahwa manusia harus berhati- hati terhadap produk-produk yang erat dengan pemenuhan gaya hidup. Adanya kritik sosial yang ditampilkan Dhani lewat lukisan-lukisannya itu diakui pula oleh Hingkie HP, pemilik Zola Zulu Galery. “Tema ‘Desire & Time’ bertujuan untuk mengingatkan bahwa manusia harus menghargai waktu. Karena itu, pelukisnya menampilkan juga simbol-simbol waktu pada sebagian karyanya,” kata dia.

Lebih jauh, Hingkie mengatakan pihaknya sengaja menggelar pameran karya lukis Dhani tersebut di pusat perbelanjaan agar para seniman lukis merasa lebih dihargai. Selain itu, hal tersebut dapat mempermudah para kolektor yang ingin menikmati seni lukis sembari berjalan-jalan bersama keluarga. 




Mengenal Alat Musik Tiup Lebih Dekat



Kamis, 30 Desember 2010

Turut hadir dalam acara ini pakar dan reparasi alat musik tiup asal Singapura, George Schlub, untuk berbagi ilmu. Di hadapan sejumlah penonton, George tampak serius memukul-mukul bagian depan saksofon yang dipegangnya. Palu kecil itu berdenting ketika beradu dengan logam. Ia kemudian menjelaskan untuk memperbaiki alat musik tiup tidak boleh dengan ketukan keras. Pria yang hari itu membawa lengkap peralatan perbaikan instrumennya tampak serius bila berhadapan dengan alat musik, bahkan terkesan hati-hati.

Ratna, si pemilik saksofon, tampak asyik mengamati saksofonnya yang sedang diperbaiki karena sedikit penyok. Dialog dan proses perbaikan alat musik itu menjadi bagian dari rangkaian Organologi 3 di Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pameran sekaligus lokakarya reparasi ini digelar 27 hingga 30 Desember. Para pemain musik alat tiup tampak antusias mengikuti penjelasan George. Dari uraiannya, George yang juga pembuat trumpet meyakinkan para penonton bahwa semua alat musik bisa diperbaiki.

Meski sudah usang sekalipun, asal tahu bagaimana seluk beluknya. Bahkan, dengan senang hati jika ada yang kesulitan dengan alat musiknya ia bersedia dihubungi lewat surat elektronik atau undangan langsung. Memang, kata dia, beberapa alat untuk perbaikan ada yang khusus, seperti palu kecil yang terdiri dari dua bentuk, pelumas, serta berbagai perlengkapan reparasi lainnya. Di meja di hadapannya, beberapa perlatan tersebut tampak berderet, belum termasuk yang di dalam tas koper yang ada di sampingnya.

George kerap membuka tas dan mencari-cari peralatan yang ia butuhkan. Dalam kesempatan tersebut, pria yang menggeluti dunia reparasi trumpet profesioal ini juga turut memamerkan empat alat tiup miliknya, di antaranya dua alat tiup yang menjadi perbandingan sebelum dan sesudah reparasi. Dua alat tiup klasik dari awal tahun 1990-an itu tampak jelas beda secara kasat mata. Yang satu tampak usang berkarat, yang satunya lagi mengilat dan bisa digunakan kembali.

Menurut Damar, pendamping George, trumpet yang mengilat merupakan contoh perbaikan yang sudah dilakukan George. Selain tampak bagus, alat musik tersebut juga sudah bisa digunakan dan bersuara kembali. Di samping dua itu, juga ada satu trumpet khusus yang didesain George yang diberi nama 4-rotaryvalve flugelhorn. Alat tiup ini menjadi trumpet gaya baru karena pada umumnya horn hanya terdiri dari 3 katup. Dengan penambahan satu katup, kata Damar, alat musik tersebut lebih turun nadanya satu oktaf.

Trumpet jenis baru ini menjadi desain pertama yang disosialisasikan oleh George. Untuk desain pertama kali, ia membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan dalam proses pembuatan. Namun, sekarang, setelah tahu bentuk dan konsepnya, George mengaku hanya butuh beberapa hari saja untuk membuatnya jika ada yang menginginkan. 







Rubrik Olah Raga




Gonzales Jadi Target Utama



Minggu, 26 Desember 2010

JAKARTA—Sukses Indonesia melangkah ke fi - nal Piala AFF (The ASEAN Football Federation) 2010 tak terlepas dari peran Christian Gonzales. Penyerang Persib Bandung itu menjadi penakluk Filipina di dua laga semifi nal lewat dua golnya, sehingga Indonesia unggul agregat 2-0.

Tak hanya itu, peran Gonzales juga begitu besar bagi Timnas di tiga laga sebelumnya di babak penyisihan Grup A. Dari kemenangan Indonesia 5-1 atas Malaysia, Gonzales menyumbang satu gol di antaranya. Walau gagal meneruskan golnya saat Indonesia berpesta atas Laos 6-0, namun di laga terakhir penyisihan melawan tim tangguh Th ailand, berkat Gonzales Indonesia bisa menang 2-1.

Karena gara-gara akselerasi dia terlahir dua tendangan penalti yang sukses dilaksanakan Bambang Pamungkas. Dari lima penampilannya, Gonzales berhasil menjadi bomber tersubur dengan torehan tiga gol. Ini menempatkan dirinya sebagai topscorer sementara Piala AFF 2010. Berpijak dari torehan itulah, kubu Malaysia menempatkan Gonzales sebagai incaran utama untuk diredam saat timnya menjamu Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu (26/12).

Walau beberapa hari ini, pemain naturalisasi itu merasakan sakit pada pangkal pahanya. “Gonzales berbahaya dan saya bersama pemain bertahan lainnya akan memastikan tidak melepasnya dari pandangan kami. Dialah kunci kekuatan tim Indonesia,” ucap bek Malaysia, Mohamad Muslim Ahmad, Sabtu (25/12).

Nada yang sama diucapkan kiper muda Malaysia, Khairul Fahmi Che Mat. Dia menilai Gonzales menjadi pemain paling dikhawatirkan untuk merobek gawangnya. Meski Khairul juga mewas padai kiprah dua pemain lain, yakni striker Irfan Haarys Bachdim dan winger Oktovianus Maniani. “Okto memiliki kecepatan luar biasa. Dia bisa berlari sangat cepat dan seringkali memberi umpan silang yang akurat,” papar Khairul.

Gonzales memang menjadi pilihan utama pelatih Alfred Riedl untuk menggebrak pertahanan lawan, seperti di lima laga sebelumnya. Kendati masih ada tiga striker lain, yakni Irfan, Yongki Aribowo dan Bambang. Untuk laga melawan Malaysia, Riedl tetap menurunkan Gonzales, meski pada latihan terakhir, kemarin, pemain berdarah Uruguay itu hanya berlatih ringan agar cederanya tidak terlalu parah.

Sebagai pasangannya, Riedl belum memutuskan. Namun jika melihat keinginan Riedl dalam sepekan terakhir, pilihan utama jatuh kepada Irfan dan Yongki. Meski kabar terbaru tersiar, jika pengalaman Bambang yang pernah bermain di Malaysia tiga tahun bersama Selangor FC juga menjadi pertimbangan untuk menurunkannya sejak awal pertandingan.

Meski begitu, Riedl tak ingin permainan menyerang menghilangkan fokus pertahanan. Pasalnya kekuatan Malaysia di lini depan akan lebih berbeda dibandingkan pertemuan pertama lalu. Inilah yang diungkapkan Riedl usai memimpin timnya berlatih di Stadion Nasional Bukit Jalil, kemarin. “Kami telah menyiapkan beberapa strategi.

Pada prinsipnya kami akan tampil tidak jauh berbeda dengan laga-laga sebelumnya. Kami akan tampil ofensif, namun jika lawan terlalu kuat kami juga siap tampil bertahan. Jadi bergantung seperti apa Malaysia bermain,” ungkap Riedl. Untuk lini tengah, “The Winning Team” tetap menjadi pilihan utama, yakni kapten Firman Utina yang sudah membaik dari cederanya, serta Ahmad Bustomi yang giat membantu serangan.

Di sayap, kabar membaiknya Oktovianus dan Muhamad Ridwan tetap menjadi andalan. Jika Okto tidak dapat diturunkan, Riedl masih memiliki Arif Suyono, Eka Ramdani, Toni Sucipto, dan Johan Juansyah. Barisan pertahanan kuartet Hamka Hamzah, Maman Abdurrahman, Zulkifli Syukur serta bek yang sering overlapping membantu barisan depan, M Nasuha, tidak akan berubah. Keempatnya akan membantu Markus Haris Maulana mempertahankan gawang Indonesia agar tidak kebobolan oleh pemain Malaysia.

Ambisi Safiq

Jika di Indonesia, Gonzales sebagai tumpuan, di kubu Malaysia gelandang Safi q Rahim yang patut diwaspadai. Walaupun dua gol di semifi nal melawan Vietnam dicetak Mohd Safee bin Mohd Sali, namun itu berawal dari assist Safi q. “Saya ingin memecah kebuntuan. Saya sudah lama tak mencetak gol.

Rasanya luar biasa jika saya dapat mencetaknya di fi nal. Saya akan mengusahakan yang terbaik,” tutur Safiq. Usaha Safiq tentu akan mendapatkan dukungan dari rekanrekannya. Terlebih lagi, para pemain Malaysia kini telah bugar kembali, setelah awal Desember lalu kelelahan akibat tampil di empat besar Asian Games 2010.




Maradona Meradang Lagi



Minggu, 26 Desember 2010

Tak hanya di dalam lapangan, di luar arena Diego Maradona kerap membuat sensasi. Setelah berita pencopotannya dari kursi kepelatihan Argentina meramaikan media massa, kali ini “Si Tangan Tuhan” kembali berselisih dengan Presiden Federasi Sepak Bola Argentina, Julio Grondona.

Namun bukan soal pemecatan yang bikin Maradona meradang. Dalam sebuah surat kabar, Clarin, Grondona menyebutkan Maradona bermasalah dengan obat-obatan terlarang dan alkohol. Dalam pembelaannya, Maradona menegaskan sudah tak lagi menyentuh barang haram tersebut sejak enam tahun lalu.

Sementara dalam sebuah wawancara dengan televisi setempat pekan ini, Grondona menyebutkan Maradona menggunakannya lagi. “Itu alasan mengenai apa yang terjadi (dengan Maradona), dan semua orang sudah mengetahuinya,” ucap Grondona seperti dilansir laman Yahoosports, beberapa waktu lalu. Karena ucapan tersebut, mantan kapten Timnas Argentina itu berencana membawa Grondona ke pengadilan. Maradona menyatakan sudah menghubungi pengacaranya untuk menangani kasus ini. 




Riedl Andalkan Bachdim dan Gonzales



Minggu, 21 Nopember 2010

PALEMBANG — Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia, Alfred Riedl yakin anak asuhnya akan menang dalam pertandingan uji coba melawan Timor Leste di stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Minggu (21/11). Menurut Riedl pertadingan ini sanga penting untuk menentukan skuad tetap asuhannya menghadapi Piala AFF Suzuki 2011 mendatang.

“Saya harap para pemain bukan hanya memberikan kemenangan, tetapi dapat bermain indah dalam menghadapi Timor Leste besok (hari ini),” ujar Alfred, Sabtu (20/11). Dikatakannya sekarang ini banyak pemain yang baru masuk dan itu jadi penilai, termasuk 7 pemain yang baru masuk dan 11 pemain yang sudah bergabung. Kondisi para anak asuhannya dalam kondisi baik, kecuali Hariono yang dikeluarkan karena sakit dan Oktovianus mengalami cedera.

Di lini depan, timnas akan mengandalkan duet Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales. “Saya yakin kedua pemain ini akan mampu menjalankan skema serangan mereka sudah dapat bergabung dan dengan baik,” jelasnya. Sementara itu, Timor Leste yang datang dengan kekuatan 18 pemain akan memberikan perlawan sengit untuk timnas Indonesia.

“Kita bermaterikan pemain muda, untuk menghadapi timnas akan mengandalkan serangan balik, undangan ini suatu kehormatan buat kami,” ujar pelatih Timor Leste, Manuel da Kosta Suarez. Menurut Manuel persiapan dua minggu dianggap cukup maksimal, karena para pemainnya sudah mempunyai pengalaman internasional SEA Games, Laos lalu.

“Kami tahu kekuatan Timnas Indonesia dan kami masih berada di bawah. Sebelumnya banyak yang mengatakan demikian bahwa kami kalah kualitas, tetapi hal itu justru menjadi motivasi bagi kami untuk memberikan permainan terbaik kami,” katanya. Dijelaskannya Timor Leste akan menurunkan formasi 4-5-1, mengandalkan pola bertahan dan menyerang dengan cepat.

“Kita andalkan D’amantino atau Lionel. Belakang ada pemain muda Miguel Suarez, Nelson Sing, Adelino, dan Jo,”jelasnya. Indonesia “terpaksa” mengajak Timor Leste untuk uji tanding ini karena gagal mendatangkan Filipina. Filipina urung memenuhi undangan karena sembilan pemainnya masih aktif di militer. Kamboja juga tidak bisa melayani permintaan Indonesia.

Meski sempat menolak melawan Timor Leste karena berperingkat di bawah Indonesia, Riedl akhirnya sepakat mengadakan uji coba dengan timnas negara itu. Indonesia akan melakukan partai pemanasan terakhir melawan Taiwan pada 24 November. Setelah itu bersiap menghadapi Malaysia, 1 Desember mendatang, sebagai lawan perdana di Piala AFF.



 Rubrik Politik





Komisi II DPR Akan Bahas RUU Keistimewaan DIY



Jumat, 14 Januari 2011

JAKARTA – Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR memutuskan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diserahkan kepada Komisi II DPR. Keputusan diambil karena memang tidak ada perlakuan khusus terhadap RUU yang sempat memunculkan polemik beberapa waktu lalu. “Ada delapan RUU yang akan dibahas dalam persidangan ini, salah satunya Keistimewaan DIY.

Pimpinan Bamus beranggapan agar ini tidak membedakan pembahasan dengan UU yang lain, pembahasan tetap di Komisi II karena ini tetap menjadi tugas dan kewenangan Komisi II DPR,” ujar Wakil Ketua DPR Pramono Anung usai rapat Bamus, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/1). Menurut dia, tidak terlalu banyak perdebatan yang terjadi dalam pengambilan keputusan itu. Seluruh fraksi setuju pembahasan RUU ini tidak dilakukan dalam forum panitia khusus (pansus) yang akan melibatkan anggota DPR lintas komisi.

“Karena pembahasan selama ini di Komisi II. Memang ada keinginan (pansus), tapi tentunya kita tidak boleh membeda-bedakan RUU itu karena tekanan apa pun,” katanya. Sebagaimana diketahui, terkait RUU Keistimewaan DIY ini substansi paling krusial adalah mengenai suksesi kepemimpinan di wilayah tersebut. Selama ini, gubernur dan wakil gubernur dilakukan dengan penetapan dan otomatis dijabat oleh Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paku Alam IX.

Sementara, dalam RUU yang diusulkan pemerintah, Sultan diposisikan sebagai Gubernur Utama dan dapat sekaligus menjabat gubernur (eksekutif) melalui pemilihan langsung oleh rakyat. 




Sumsel Tuan Rumah Pertemuan Parlemen Negara OKI



Jumat, 14 Januari 2011

PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ditunjuk sebagai penyelenggara pertemuan Parlemen Negara- negara OKI (Organisasi Konferensi Islam) pada Januari tahun depan. Menurut Presiden Parlemen Negara-negara OKI, Marzukie Alie, pertemuan internasional yang belevel kepala negara baru pertama kali diadakan di luar Jakarta dan Bali “Saya sebagai Ketua DPR sekaligus sebagai Presiden Parlemen Negara OKI ingin mempromosikan Sumsel menjadi tuan rumah pertemuan parlemen negara-negera OKI tersebut,” ujar Marzukie Alie di Palembang, Kamis (13/1).

Menurutnya, kesempatan ini menjadi pertaruhan bagi masyarakat Sumsel bagaimana menjadi penyelenggara sidang internasional. Marzukie mengatakan sejauh ini Sumsel tidak ada masalah karena berbagai fasilitas dan infrastruktur telah cukup memadai, apalagi nanti setelah SEA Games tentunya masih banyak lagi fasilitas yang lebih baik. Tetapi karena ini negara Islam tentunya penyambutan juga harus bernuansa Islam, seperti budaya, makanan itu tidak masalah.

“Mungkin penerbangan saja yang dibutuhkan untuk ditambah jamnya karena ini negara Islam kebanyakan membawa pesawatnya sendiri-sendiri,” jelas Marzukie. Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan Sumsel merasa mendapat kehormatan yang besar karena dipercaya menjadi penyelenggara pertemuan parlemen negara-negara OKI.

Untuk itu, pihaknya akan membentuk tim panitia lokal dan akan bekerja sama dengan panitia pusat agar melakukan koordinasi yang cepat. 



Peradilan yang Bersih



Jumat, 14 Januari 2011

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD (kedua dari kanan) dan Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi E.E.Mangindaan (kanan) meninjau peluncuran e-Perisalah (Court Recording System) di Gedung MK, Jakarta, Kamis (13/1).

Sistem ini dibuat dalam rangka mewujudkan peradilan yang bersih di tubuh MK.




Rubrik Sosial




Jelang Hut Tangerang



Senin, 28 Februari 2011

Dua warga keturunan Tionghoa ber atraksi ekstrem dengan menusukan senjata tajam di mulutnya saat karnaval cap go meh di Tangerang, Banten, Minggu (27/2).

Karnaval tersebut dilakukan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun kota Tangerang ke-18 yang akan rayakan 




Asyiknya “Daring” di Jejaring Sosial



Minggu, 13 Februari 2011
Pemainnya hampir separo jumlah member Facebook.
Divisi pemantau media Electronic Arts (EA), perusahaan game asal AS, melansir kabar yang mengejutkan belum lama ini. EA menyebutkan ada sebanyak 290 juta anggota Facebook yang bermain game di jejaring sosial itu.

Padahal, pada tahun sebelumnya jumlah gamers sempat turun hampir 10 persen. “Minimal mereka bermain 3,5 jam selama satu bulan,” ungkap COO Electronic Arts Jhon Schappert. Bila perkiraan itu benar, artinya hampir separuh member Facebook minimal pernah menikmati daring (online games). Berdasarkan catatan CheckFacebook.com, situs pemantau demografi dan statistik Facebook, jumlah member situs itu saat ini sebanyak 606 juta.

Naik 100 juta lebih dari data tiga bulan sebelumnya. Beberapa games yang sangat diminati di antaranya FarmVille dan CityVille usungan Zynga Inc. Sedangkan game besutan EA, Playfi sh, berada di posisi ketiga. Bahkan jumlah pengguna ketiga games itu, menurut perusahaan riset IGN, telah mengalahkan jumlah pengguna game konsol yang sedang hits saat ini; Madden 11 dan Halo:Reach. Padahal untuk menikmati daring (online games), para penggunanya juga tidak 100 persen gratis. Minimal tarif lalu lintas data internet itu.

Yang ternyata, rata-rata gamers tersebut menghabiskan uang 55 dollar AS atau sekitar 512 ribu rupiah per tahun. Bukan hanya Facebook, sejumlah situs jejaring sosial saat ini menyediakan berbagai daring. Sebut saja MySpace, Tagged, dan Friendster. Meski hampir semua konten di masing-masing jejaring sosial itu sama, namun hampir 80 persen dari perkiraan total sebanyak 100 ribu games berada di laman Facebook.

Di Friendster, misalnya, salah satu games yang paling diminati adalah Naughty Classroom. Sedangkan Facebook dan MySpace, tiga terbesar masih dipegang buatan perusahaan game asal AS, Zynga, yang telah melansir ratusan game terfavorit seperti Mafi a Wars, Farmville, Poker, Texas Hold’Em, Football, dan Yoville FarmVille. Sedangkan penetrasi Playfi sh berada di urutan kedua dengan dua games andalannya; Pet Society dan Restaurant Cify. Uniknya, para gamers itu justru bukan berasal dari kelompok anak yang terbesar. Orang dewasa (18-35 tahun), merupakan pendaftar terbanyak (hampir 68 persen), mengalahkan kelompok anak yang merupakan sisanya. Sedangkan untuk kategori pemain, sebanyak 55 persennya berasal dari kaum wanita. Alasannya, wanita menyukai bermain game dengan orang-orang yang mereka kenal.

, mereka bergabung karena diajak atau melihat temanteman mereka di situs jejaring sosial. Iseng-iseng Nina Widyanti Siregar adalah satu di antara 290 juta gamers di jejaring sosial itu. Berusia 30 tahun dan berprofesi sebagai supervisor di sebuah perusahaan jasa perawatan dan kecantikan di Medan ini, dia mengaku tidak mempermasalahkan dua faktor itu untuk ikut atau aktif di daring jejaring sosial itu. .

Bahkan, dia saat ini mengaku kecanduan dengan daring favoritnya, FarmVille. Setiap jam 10 malam atau selepas pulang kerja, dia selalu menjadwalkan untuk mengecek kemajuan lahan pertanian virtualnya tersebut.

“Terobsesi naik level dan takut gagal panen,” ujar wanita yang saat ini berada di Level 41 yang menurutnya masih belum apa-apa dibanding temannya yang sudah di level 60 atau 90-an. Nina pertama kali aktif di Farm- Ville sekitar tujuh bulan lalu. Alasannya bergabung karena dia tidak menemukan aplikasi menarik di Facebook. Akhirnya, dia pun isengiseng bermain dan sempat diprotes sang ibu karena melihatnya terlalu lama di depan laptop selepas pulang kerja. Namun dia menolak kalau games di jejaring sosial menyita waktu dan tidak berguna. Soal durasi, dia mengaku sekitar 30 menit untuk sekali online sudah lebih dari cukup.

Minimal untuk memantau dan memanen pertanian virtual tadi. Toh, durasinya bermain game itu juga tergantung kondisi sinyal internet. “Selain itu, main FarmVille juga cukup menghibur karena melihat animasi tanaman yang lucu-lucu,” tambah dia yang juga bergabung di PetVille dan CityVille ini. Terus Tumbuh Menurut situs berita jejaring sosial, Mashable, diprediksi jumlah games dan penggunanya semakin bertambah.

Alasannya sederhana, karena permainan-permainan itu relatif sederhana, menyenangkan, dan dapat dimainkan secara interaktif sesama member di jejaring sosial.
Prediksi itu didasari tren gamers dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2008, misalnya data statistik pemain social game hanya sebanyak 50 juta orang dan pada 2010 membengkak menjadi empat kali lipatnya. Dari angka itu, sebanyak 24 juta orang merupakan pengguna aktif harian. Sedangkan pengguna aktif bulanan mencapai 64 juta orang. Dari data itu, diketahui, tiga produsen social game terbesar dunia dipegang oleh Zynga, Playfi sh, dan Playdom. Pendapatan dari mempublish games itu, mereka meraup keuntungan antara 300 juta dollar AS atau setara dengan 2,8 triliun rupiah per tahun. Dari tren itu, wajar bila para publisher games ambisius untuk mematok target pendapatan pada 2011 di atas satu miliar dollar AS








Ketika Nasib TKI Ditentukan Aksi Sosial



Kamis, 27 Januari 2011

Gerakan aksi sosial pengumpulan dana untuk pemulangan TKI menyebar di beberapa kota, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Gerakan ini semacam wujud keprihatinan ketika nasib TKI terlunta-lunta di kolong Jembatan, Kandara Jeddah, Arab Saudi. Tak ayal, sejumlah selebriti pun turun tangan untuk memperkuat gerakan ini, seperti yang dilakukan pelawak Doyok Sudarmadji dan Tarzan. Mengatasnamakan Gabungan Pelawak dan Pengusaha Keren (Gapplek), mereka mengajak semua lapisan masyarakat untuk menyumbangkan uang minimal 1.000 rupiah yang akan dikumpulkan untuk biaya pemulangan TKI. Gerakan sosial ini terbilang sukses.

Masyarakat menyambutnya dengan antusias. Puluhan juta rupiah pun kini sudah terkumpul meskipun mungkin belum mencukupi untuk ongkos pulang TKI yang telantar itu. Namun, “Gerakan Rp1.000” ini setidaknya menjadi sentilan bagi pemerintah agar bekerja lebih keras dalam menangani dan melindungi TKI yang bermasalah. Aksi Doyok dan kawan-kawan dalam menggalang dana pemulangan TKI bukan berarti mengecilkan kerja keras pemerintah, khususnya Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans). Mereka melakukannya atas dasar solidaritas semata.

Mereka tak rela saudara sebangsa yang selama ini disebut-sebut “pahlawan devisa” malah terlunta-lunta dan menderita di negeri orang. Namun bagi Kemenakertrans, aksi gerakan 1.000 rupiah yang kini semakin meluas, justru membuatnya semakin “kebakaran jenggot.” Lembaga pemerintah yang dipimpin Muhaimin Iskandar ini semakin banyak yang mengkritik. Maklum, sebelum terjadi TKI yang telantar di Kandara, Jeddah, Kemenakertrans pun beberapa kali disorot kinerjanya terkait kasus-kasus kekerasan dan kurangnya perlindungan TKI.

Di sejumlah media, beberapa tokoh dan politisi angkat bicara mengenai kinerja Kemenakertrans terkait TKI bermasalah. Misalnya, Wakil Ketua DPD RI Laode Ida. Dia meminta Presiden Yudhoyono untuk mengevaluasi kinerja Kemenakertrans karena dianggap telah gagal menjalani tugasnya dalam melindungi TKI. Menurut Laode, penderitaan TKI telah terjadi berulang kali. Namun Kemenakertrans belum bisa menanganinya secara efektif.

Selain Laode Ida, kritikan pun keluar dari Anggota Komisi I DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf terkait kinerja Kemenakertrans dalam menangani kasus-kasus penyiksaan TKI di Arab Saudi, khususnya kasus penyiksaan terhadap Sumiati, yang sempat menjadi berita hangat di banyak media beberapa waktu lalu. Nurhayati berharap pemerintah bisa lebih serius menangani masalah kekerasan, seperti yang dialami Sumiati.

Kinerja Kemenakertrans dalam penanganan TKI mendapat sorotan juga dari Ketua Himpunan Pengusaha Jasa TKI (Himasataki), Yunus M Samani. Yunus mempertanyakan kinerja Menakertrans yang sejak satu tahun pertama masa jabatannya dinilai tidak fokus dalam menjalankan program kerja. “Muhaimin tidak melihat program prioritas jangka pendek, seperti dalam hal pembenahan penempatan dan perlindungan TKI.

Padahal, yang perlu menjadi prioritas pertama adalah perlindungan TKI, dan berikutnya adalah pembenahan program TKI dan pembagian wewenang antara Kemenakertrans dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI),” ucapnya. Munculnya kritikan dari sejumlah tokoh terhadap kinerja Kemenakertrans memang wajar. Pasalnya, kasuskasus TKI yang bermasalah, terutama di Arab Saudi sering terjadi.

Sebelum masalah TKI yang telantar di Jeddah, lembaga Migrant Care mencatat pada 2010 (data yang terkumpul sampai bulan November), ada 5.636 kasus serius mengenai TKI di Arab Saudi. Meskipun angka kasus tersebut terbilang banyak, ternyata animo calon TKI ke negara Timur Tengah itu relatif stabil. Peminatnya mayoritas perempuan yang sebagian besar pada usia produktif (18-35 tahun) dan rata-rata bekerja di sektor domestik, seperti menjadi PRT.

Sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab terhadap masalah TKI, tentu saja Kemenakertrans enggan sepenuhnya menjadi kambing hitam atas kasus-kasus TKI selama ini. Ada faktor lain yang membuat kasus TKI sering muncul, yakni faktor TKI-nya itu sendiri berikut perlakuan majikannya, dan faktor kebijakan pemerintah di negara asing, tempat TKI bekerja. Bagi Kemenakertrans, untuk mengatasi faktor-faktor ini bukanlah perkara gampang.

Perlu lobi dan upaya signifi kan agar TKI selalu mendapatkan perlindungan. Tiga Cara Terkait banyaknya hujatan yang mengarah pada Kemenakertrans, Muhaimin Iskandar mengharapkan masalah TKI jangan sampai terus dipolitisasi. Sebab menurutnya, pemerintah selama ini terus berupaya keras mengatasi masalah-masalah TKI dengan berbagai cara. Misalnya dalam pemulangan TKI dari Arab Saudi, pemerintah melakukan tiga cara. Pertama, melalui kerja sama dengan perusahaan asuransi dan PPTKIS.

Kedua, melalui pemerintah Arab Saudi dengan sistem deportasi secara terus menerus, dan ketiga melalui pemulangan rutin oleh pemerintah Indonesia. “Kita harus menangani permasalahan pemulangan TKI secara bersama- sama. Oleh karena itu, saya mengajak tokoh agama dan masyarakat untuk bersinergi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di bangsa dan negara ini,” kata Muhaimin.

Khusus mengenai masalah TKI yang telantar di bawah jembatan Kandara, Jeddah, Arab Saudi, Muhaimin menegaskan, pihaknya sudah menjalankan upaya diplomasi dengan pemerintah Arab Saudi dan bersinergi dengan sejumlah kementerian dan lembaga tinggi RI yang terkait dengan masalah TKI dalam program kerja gabungan yang disebut “joint task force”. Upaya gabungan lembaga pemerintah ini seyogianya harus disambut baik meskipun hasilnya belum terbukti secara maksimal.

Seandainya upaya ini tetap saja tidak berhasil sampai di kemudian hari, besar kemungkinan rakyat dengan sejumlah elemennya akan lebih menentukan nasib TKI. Apalagi jika tanpa pretensi politis, mereka bisa jadi berhasil menggalang solidaritas sosial atas dasar kemanusiaan demi perlindungan TKI.

Faktanya, dalam konteks pengumpulan dana gerakan 1.000 rupiah, Migrant Care menginformasikan bahwa sumbangan untuk pemulangan TKI sejak 12 -20 Januari 2011 sudah terkumpul sebanyak 39.247.633 rupiah. Itu baru yang data yang dikumpulkan oleh Migrant Care.

Belum lagi penggalangan dana di luar koordinasi lembaga tersebut, yang bisa meluas sampai di luar negeri seperti Taiwan, Hongkong, Malaysia, Singapura, Belanda, dan Australia. Dengan adanya aksi sosial ini, apakah nantinya nasib TKI lebih ditentukan oleh gerakan sosial atau oleh pemerintah sendiri? Kita tunggu saja.